June 2009


Antibiotik
oleh Dr. Purnamawati SpAK MMPed
Sumber : sehatgroup

Mungkin begitulah kira2 pikiran kebanyakan pasien Indonesia ketika diberi resep oleh dokternya ketika berobat…karena sudah seringnya diberi AB, kita langsung aja meminumnya tanpa mempertanyakan dahulu apakah benar kita perlu AB? Lalu kapan sih kita perlu dan kapan tidak? Summary ini membahas dengan singkat apa itu AB dan beberapa topik yang berhubungan…..
Apa itu AB?
AB ditemukan oleh Alexander Flemming pada tahun 1929 dan digunakan untuk membunuh bakteri secara langsung atau melemahkan bakteri sehingga kemudian dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita. AB ada yang merupakan :
1. produk alami,
2. semi sintetik, berasal dari alam dibuat dengan beberapa perubahan agar lebih kuat, mengurangi efek samping atau untuk memperluas jenis bakteri yang dapat dibunuh,
3. full sintetik.
Jenis AB:
1. Narrow spectrum, berguna untuk membunuh jenis2 bakteri secara spesifik. Mungkin kalau di militer bisa disamakan dengan sniper, menembak 1 target dengan tepat. AB yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin (augmentin, surpas, bactrim, septrim).
2. Broad spectrum, membunuh semua jenis bakteri didalam tubuh, atau bisa disamakan dengan bom nuklir. Dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi AB jenis ini, karena more toxic dan juga membunuh jenis bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh kita. AB yang termasuk kategori ini adalah cephalosporin (cefspan, cefat, keflex, velosef, duricef, etc.).
Bakteri
Bakteri berdasarkan sifat fisiknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu gram positif (+) dan gram negatif (-). Infeksi dibagian atas difragma (dada) umumnya disebabkan oleh bakteri gram (+) sedangkan infeksi dibagian bawah difragma disebabkan oleh bakteri gram (-). Biasanya, infeksi yang disebabkan oleh gram (+) lebih mudah dilawan. Didalam tubuh kita banyak sekali terdapat bakteri, bahkan salah satu kandungan ASI adalah bakteri. Jadi, sebenarnya, kebanyakan bakteri tidaklah “jahat”. Manfaat bakteri diusus kita adalah:
1. bakteri mengubah apa yang kita makan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
2. memproduksi vitamin B & K.
3. memperbaiki sel dinding usus yang tua dan sudah rusak.
4. merangsang gerak usus sehingga kita tidak mudah muntah (konstipasi).
5. menghambat berkembang biaknya bakteri jahat dan secara tidak langsung mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.
Sekarang kita tahu manfaatnya, jadi jangan lagi minum AB tanpa alasan yang jelas, karena hal ini akan membunuh bakteri yang baik tersebut.

Virus
Walaupun sesama mikro-organisme, virus ukurannya jauh lebih kecil
dibandingkan dengan bakteri. Mereka berkembang biak dengan mengunakan sel tubuh kita, jadi virus akan mati bila berada diluar tubuh. Catatan penting: virus tidak dapat dibunuh oleh obat dan AB sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita, salah satunya adalah dengan demam. Demam merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh yang bermanfaat untuk membasmi virus, karena virus tidak tahan dengan suhu tubuh yang tinggi. Jadi apabila anak/anda mengalami demam, sebaiknya tidak diobati apabila suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi. Untuk petunjuk lebih lanjut, buka e-mail terdahulu yg membahas demam.
When AB doesn’t work?
Menurut penelitian, ada 3 kondisi yang umumnya diterapi dengan AB, yaitu :
1. Demam,
2. Radang tenggorokan,
3. Diare. Padahal, sebenarnya, penggunaan AB untuk kondisi diatas tidaklah tepat dan tidak berguna.
Dibawah ini petunjuk kapan AB tidak bekerja:
1. Colds & Flu
2. Batuk atau bronchitis
3. Radang tenggorokan
4. Infeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan AB.
5. Sinusitis. Pada umumnya tidak membutuhkan AB.
Penggunaan AB tidak pada tempatnya dan berlebihan tidak akan
menguntungkan, bahkan merugikan dan membahayakan.

When do we need AB?
Dibawah merupakan beberapa jenis infeksi bakteri yang umumnya terjadi dan membutuhkan terapi AB:
1. Infeksi saluran kemih
2. Sebagian infeksi telinga tengah atau biasa disebut otitis media
3. Sinusitis yang berat (berlangsung lebih dari minggu, sakit kepala,
4. pembengkakan di daerah wajah)
5. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih sedangkan pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami r adang tenggorokan karena kuman ini)
How do I know this is bacterial infection?
Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi. Contohnya apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, lab. mengambil sample urin dan kemudian dikultur, setelah beberapa hari akan ketahuan bila ada infeksi bakteri berikut jenisnya.
Efek Negatif AB
Dibawah adalah efek samping yang dialami pemakai apabila mengkonsumsi AB;
1. Gangguan saluran cerna (diare, mual, muntah, mulas) merupakan efeksamping yang paling sering terjadi.
2. Reaksi alergi. Mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir/kelopak mata, gangguan nafas, dll.
3. Demam (drug fever). AB yang dapat menimbulkan demam bactrim, septrim, sefalsporoin & eritromisin.
4. Gangguan darah. Beberapa AB dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol.
5. Kelainan hati. AB yang paling sering menimbulkan efek ini adalah obat TB seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid).
6. Gangguan fungsi ginjal. Golongan AB yang bisa menimbulkan efek iniadalah aminoglycoside (garamycine, gentamycin intravena), Imipenem/Meropenem dan golongan Ciprofloxacin. Bagi penderita penyakit ginjal, harus hati2 mengkonsumsi AB.
Pemakaian AB tidak pada tempatnya dan berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term), yaitu terhadap kita dan lingkungan sekitar,
contohnya:
1. Irrational use ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur. Kondisi ini disebut juga sebagai “superinfection”.
2. Pemberian AB yang berlebihan akan menyebabkan bakteri2 yang tidakterbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistance terhadap AB, biasa disebut SUPERBUGS. Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan AB yang ringan, apabila ABnya digunakan dengan irrational, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis AB yang lebih kuat. Bayangkan apabila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar. Lama kelamaan, apabila pemakaian AB yang irrational ini terus berlanjut, maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis AB yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum AB ditemukan, dimana infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik.
Note: Semakin sering mengkonsumsi AB, semakin sering kita sakit. The less you consume AB, the less frequent you get sick.

Inappropriate AB Use
Berjuta2 resep ditulis yang mencantumkan AB untuk infeksi virus, padahal kita semua tahu AB tidak berguna untuk memerangi virus. Ada 3 alasan mengapa apparopriate use of AB ini terjadi, yaitu:
1. Diagnostic uncertainty.
2. Time pressure.
3. Patient Demand.”People don’t want to miss work or they have a sick child who kept the family up all night and they’re willing to try anyhing that might work”. It’s easier for the physician to give AB than to explain why it might be better not to use it.
Benar, seringkali kitapun sebagai pasien juga berperan didalam AB rrational use ini. Sudah terbentuk persepsi didalam pasien Indonesia, imana kita beranggapan bahwa kalau pulang dari kunjungan dokter itu harus membawa resep. Malah akan aneh kalau kita tidak pulang dengan membawa resep. Hal ini justru mendorong dokter untuk meresepkan AB ketika tidak diperlukan. Sebaiknya sikap ini sedikit demi sedikit kita hilangkan.
How Can We Help?
1. Rubah sikap kita ketika berkunjung ke dokter dengan menanyakan; Apa penyebab penyakitnya? bukan apa obatnya.
2. Jangan sedikit2 minta dokter untuk meresepkan AB. Jangan mengkonsumsi AB untuk infeksi virus seperti flu/pilek, batuk atau radang tenggorokan. Kalau merasa tidak nyaman akibat infeksi tsb. tanya dokter bagaimana cara meringankan gejalanya, tetapi tidak dengan AB.
3. Tidak mempergunakan Desinfektan dirumah, cukup dengan air dan sabun. Hanya diperlukan bila di rumah ada orang sakit dengan daya tahan tubuh rendah (pasca transplantasi, anak penyakit kronis, pemakaian steroid jangka panjang, dll.).
Battle of the Bugs: Fighting AB Resistance
Masalah bakteri yang kebal terhadap AB (AB resistance) ini telah menjadi masalah global dan sudah sejak beberapa dekade terakhir dunia kedokteran mencanangkan perang terhadap AB resistance ini.
Ada petunjuk yang dapat dilakukan untuk perihal pemakaian AB yang
rasional, yaitu:
1. Kurangi pemakaian AB, jangan menggunakan AB untuk infeksi virus.
2. Gunakan AB hanya bila benar2 diperlukan dan mulailah dengan AB yang ringan atau narrow spectrum.
3. Untuk infeksi yang ringan (infeksi saluran nafas, telinga atau sinus) yang memang perlu AB, gunakan AB yang bekerja terhadap bakteri gram (+).
4. Untuk infeksi kuman yang berat (infeksi dibawah diafrgma, seperti infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, prneumonia, meningitisbakteri) pilih AB yang juga membunuh kuman gram (+).
5. Hindari pemakaian lebih dari satu AB, kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.
6. Hindarkan pemakaian salep AB, kecuali untuk infeksi mata.
Rule fo Thumb
Bila anda memperoleh terapi AB, pertanyakanlah hal2 berikut:
1. Why do I need AB?
2. Apa yang dilakukan AB?
3. Apa efek sampingnya?
4. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping?
5. Apakah AB harus diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum atau sesudah makan?
6. Bagaimana bila AB ini dimakan bersamaan dengan obat yang lain?
7. Beritahu pula bila anda mempunyai alergi terhadap suatu obat atau makanan, dll.
Final Message
Sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab, sebaiknya kita juga berperan aktif dengan cara menggali dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu kesehatan. Dengan begitu kita akan menjadi konsumen kesehatan yang smart and critical. So, semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dasar ilmu kesehatan para pembaca.
Tulisan ini dibuat bukan untuk menentang pemakaian AB. Sebaliknya kita harus mengetahui bagaimana pemakaian AB yang benar dan tepat karena justru AB yang irrational akan menyebabkan AB menjadi impotent atau kehilangan manfaatnya. Antibiotics save lives, therefore we also have to save Antibiotics.

Hebohnya wabah flu dgn berbagai mutasi virus mengharuskan kita jadi waspada.. selain menjaga kebersihan untuk menghindari terjangkit flu, kita perlu meningkatkan daya tahan tubuh..

Saya pernah nonton film Harun Yahya tentang kekebalan tubuh manusia.. ternyata Allah SWT menciptakan manusia sangat sempurna sudah lengkap dgn system antibody yang sangat canggih. Hanya saja system kekebalan tubuh manusia pada saat ini tidak berfungsi maksimal karena tubuh kita sdh jenuh dengan segala macam bahan2 sintetik (tidak alami) yg justru menjadi racun bagi tubuh, sifat tubuh kita menjadi terlalu asam (acidosis) sehingga tubuh menjadi tempat yg baik utk berkembang biak bagi kuman2 . Dan juga hasil pemikiran manusia yg lebih percaya pada obat2an buatan kimiawi dari pada system antibody yg dihasilkan oleh tubuh manusia, padahal belum tentu obat2an tsb ampuh melawan bibit penyakit dan dalam banyak kasus tubuh kita justru alergi terhadap obat2an.

Menurut filsafat penyembuhan organik, diyakini bahwa pada saat kita sakit, kesehatan kita diserang oleh toksin-toksin yang mengendap dalam tubuh kita. Toksin dapat berasal dari udara disekitar kita serta makanan yang kita makan yang mungkin berasal dari sumber-sumber yang telah terkena pencemaran. Makanan-makanan tersebut seringkali mengandung bahan aditif seperti pengawet, pewarna, perasa buatan, hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan pakan atau pupuk yang berasal dari bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Ketika manusia memakan makanan dengan bahan-bahan kimia atau bernafas dalam unsur-unsur tersebut, secara bertahap toksin-toksin akan menumpuk pada organ tubuh anda dan dalam waktu singkat akan menyerang sel-sel tubuh dan system kekebalan tubuh.

Kaitannya dgn adanya wabah flu babi dan flu2 lainnya, sulit utk mengisolasikan diri agar terhindar dari kuman2 tsb terutama anak2 kita yg punya banyak sekali kegiatan dan teman bermain.. namun saya yakin sekali jika tubuh kita sehat bebas dari racun dan system kekebalan tubuh alami bekerja dgn sempurna, maka virus H1N1 yg disebut sebagi penyebab flu babi atau flu lainnya, tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh kita.

Saya sarankan agar anak2 untuk mengkonsumsi Greenfield Organic Melilea baik bersama Soya Bean atau Henry Chang Apple Juice  secara teratur dari sekarang biar tubuh jadi sehat dan fit..  karena mereka masih anak2 tidak perlu melakukan puasa detoksofikasi (mengeluarkan racun), cukup dengan mengkonsumsi GFO Melilea sebelum makan pagi siang dan sore saja proses pengeluaran racun tubuh dan regenerasi sel sudah berlangsung.

Kalau untuk orang dewasa, karena seumur kita sdh banyak sekali makan makanan yg tidak alami, perlu melakukan puasa detoksifikasi.. Selama 3 tahun belakangan ini saya merubah pola makannya, saya ikutan pola makan Food Combining. Pada awalnya saya coba melakukan detoksifikasi (mengeluarkan racun dari dalam tubuh), dgn berpuasa hanya makan/minum buah2 asli selama 7 hari. Memang cukup berat, tapi Alhamdulillah saya berhasil melewatinya. Setelahnya saya menghindari semaksimal mungkin makan makanan olahan seperti makanan kaleng, sosis, (bakso mestinya gak boleh tapi sesekali saya masih makan), mie, minuman bersoda, jus sintetik dll.. saya juga hanya makan buah2 di pagi hari atau sebelum makan, dan berusaha memisahkan makan karbohidrat dan protein hewani. Hasilnya Alhamdulillah selama 3 tahun belakangan ini saya jarang sakit dan tidak pernah minum obat farmasi sama sekali.

Saya sharing artikel ttg detoksifikasi, mengeluarkan racun yg masuk ke dalam tubuh dan sudah mengendap bertahun-tahun. Diharapkan setelah tubuh kita bebas dari racun, tubuh kita dapat menyerap makanan sehat dgn sempurna dan mengaktifkan system kekebalan alamiah tubuh.

Menurut filsafat penyembuhan organic, diyakini bahwa pada saat kita sakit, kesehatan kita diserang oleh toksin-toksin yang mengendap dalam tubuh kita. Toksin dapat berasal dari udara disekitar kita serta makanan yang kita makan yang mungkin berasal dari sumber-sumber yang telah terkena pencemaran. Makanan-makanan tersebut seringkali mengandung bahan aditif seperti pengawet, pewarna, perasa buatan, hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan pakan atau pupuk yang berasal dari bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Ketika manusia memakan makanan dengan bahan-bahan kimia atau bernafas dalam unsur-unsur tersebut, secara bertahap toksin-toksin akan menumpuk pada organ tubuh anda dan dalam waktu singkat akan menyerang sel-sel tubuh dan system kekebalan tubuh.

Toxin bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan makanan-makanan yang tidak tercerna, pikiran dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun (toksin) atau penyakit.  Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru. Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi ampas.  Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan jaminan bahwa proses pembuangan kita normal.

Dalam waktu yang tidak lama toksin/racun akan dapat menemukan jalan masuk kedalam darah, dan menyerang 3 (tiga) fungsi toksifikasi;
1. Sistem pencernaan (perut, isi perut, usus besar)
2. Sistem Endokrin (kelenjar pituary, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid/gondok, kelenjar pankreas dan kelenjar seks
3. Sistem Penyaringan (hati, kulit, rahim dan ginjal).

Penyerangan tersebut mempengaruhi fungsi sistem pencernaan akan membahayakan kesehatan dan dapat menyebabkan sakit yang serius dalam jangka panjang. Para dokter percaya kuman-kuman bukan penyebab penyakit tetapi timbulnya toksin-toksin yang timbul karena proses pembuangan tidak optimal yang kemudian terkumpul di dalam tubuh kemudian menjadi penyebab utama datangnya penyakit dan mulai merusak jaringan organ-organ vital. Bakteri atau kuman-kuman hanya berdampak ketika terlalu banyak sisa-sisa pembuangan (toksin) didalam tubuh kita sehingga menyebabkan tubuh kita lemah dan daya tahan tubuh menurun. Sumber penyakit manusia 90% berasal dari usus (kolon) yang tidak bersih/tidak sehat. Makanan yang dimakan tiap hari akan meninggalkan sisa pada permukaan dinding usus. Tumpukan sisa makanan mengendap dari waktu ke waktu yang akan menyebabkan toxid (bahan beracun). Selanjutnya toxid (bacteri, fungi, dan parasit) akan lepas ke dalam sistem peredaran darah sehingga menghasilkan toxin (racun) dalam darah.

Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan. Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah. Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat.Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas. Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus.

Kondisi ini akan mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit. Detoksifikasi adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Detoksifikasi (detoks) merupakan hal yang sangat penting bagi manusia modern dan perlu dilakukan secara berkala, karena dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.  Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tua dan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks.

Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi). Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Sirkulasi yang berulang ini merupakan sumber timbulnya berbagai masalah dan penyakit, antara lain : penyakit kulit dan alergi, jerawat, flek- flek pada wajah, bintik-bintik penuaan, masalah pada usus dan pencernaan, penyakit maag (lambung), sembelit, wasir, demam, flu, terlalu gemuk atau terlalu kurus, selulit, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, haid tidak normal, menopause dini, kehilangan gairah seks, penuaan dini, kanker, tumor, penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, rematik, lupus, penyakit liver dll.), serta penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh juga insomnia/sulit tidur.

Berikut ini adalah artikel harian Kompas, edisi Jumat, 14 Maret 2008. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang susu formula.

Susu Formula Memang Tak Steril

Oleh WIDODO JUDARWANTO

Penemuan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor mengenai adanya Enterobacter sakazakii (E sakazakii) dalam susu formula anak-anak dan bubur bayi cukup menghebohkan masyarakat. Temuan ilmiah berharga ini ternyata disikapi secara tidak etis dan tidak profesional oleh pejabat Departemen Kesehatan.

Temuan itu dianggap ada maksud tertentu karena disponsori oleh pihak ketiga. Bahkan, selanjutnya pejabat Departemen Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan gagahnya mengatakan bahwa susu bayi aman untuk dikonsumsi. Benarkah susu formula bayi aman dikonsumsi? Benarkah temuan peneliti IPB tersebut? Susu formula manakah yang bermasalah?

Sebenarnya, temuan peneliti IPB terhadap 74 sampel susu formula dengan 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri berbahaya tersebut mungkin tidak terlalu mengejutkan. Ini karena United States Food and Drug Administration (USFDA) telah melansir sebuah penelitian prevalensi kontaminasi di sebuah negara terhadap 141 susu bubuk formula dan didapati 20 (14 persen) kultur positif E sakazakii. Dari berbagai penelitian dan pengalaman di beberapa negara, sebenarnya Badan Kesehatan Dunia (WHO), USFDA, dan beberapa negara maju lainnya telah menetapkan bahwa susu bubuk formula bayi bukanlah produk komersial yang steril. Susu formula cair yang siap saji dianggap sebagai produk komersial yang lebih steril karena melalui proses pemanasan yang cukup.

Di bagian perawatan bayi intensif (neonatal intensive care unit/NICU), USFDA menggunakan perubahan rekomendasi dengan pemberian susu bayi formula cair siap saji untuk penderita bayi prematur yang rentan terhadap infeksi bakteri itu. Sayangnya, di Indonesia produk susu tersebut belum banyak dan relatif mahal harganya.

Gejala reaksi simpang yang dapat timbul akibat susu formula bayi disebabkan berbagai komponen biokimia atau bahan yang terkandung di dalamnya. Manusia dapat mengalami reaksi gangguan tubuh karena susu itu telah terkontaminasi bakteri.

Susu dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Selain E sakazakii, bakteri lain yang sering mengontaminasi susu formula di antaranya adalah Clostridium botulinum, Citrobacter freundii, Leuconostoc mesenteroides, Escherichia coli, Salmonella agona, Salmonella anatum, Salmonella bredeney, dan Salmonella ealing, serta berbagai jenis salmonella lainnya.

“Enterobacter sakazakii”

E sakazakii pertama kali ditemukan tahun 1958 pada 78 kasus bayi dengan infeksi meningitis. Sejauh ini dilaporkan beberapa kasus serupa di beberapa negara. Meski bakteri ini dapat menginfeksi bayi segala usia, risiko terbesar terkena adalah usia bayi.

Peningkatan kasus yang besar dilaporkan terjadi di bagian NICU beberapa rumah sakit di Inggris, Belanda, Amerika, dan Kanada. Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi E sakazakii yang pernah dilaporkan adalah 1 per 100.000 bayi. Terjadi peningkatan angka kejadian 9,4 per 100.000 pada bayi dengan berat lahir sangat rendah ($< 1,5 kg).

E sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari famili Enterobacteriaceae. Organisme ini dikenal sebagai yellow pigmented Enterobacter cloacae. Pada tahun 1980, bakteri ini diperkenalkan sebagai bakteri jenis baru berdasarkan perbedaan analisa hibridasi DNA, reaksi biokimia, dan uji kepekaan terhadap antibiotika. Dengan hibridasi DNA, E sakazakii 53-54 persen bisa dikaitkan dengan dua spesies yang berbeda genus, yaitu Enterobacter dan Citrobacter.

Pada penelitian tahun 2007, beberapa peneliti mengklarifikasi kriteria taksonomi dengan menggunakan cara lebih canggih, yaitu dengan f-AFLP, automated ribotyping full-length 16S rRNA gene sequencing, dan DNA-DNA hybridization. Hasil yang didapatkan adalah klasifikasi alternatif dengan temuan genus baru Cronobacter yang terdiri dari lima spesies. Hingga saat ini, tidak banyak diketahui tentang virulensi dan daya patogeniotas bakteri berbahaya ini.

Bahan enterotoksin (sejenis racun) diproduksi oleh beberapa jenis strain kuman. Dengan menggunakan kultur jaringan, bisa diketahui efek enterotoksin dan beberapa strainnya. Didapatkan dua jenis strain bakteri yang berpotensi menyebabkan kematian, sedangkan beberapa strain lainnya nonpatogenik atau tidak berbahaya. Hal inilah yang mungkin menjelaskan kenapa sudah ditemukan demikian banyak susu terkontaminasi, tetapi belum banyak dilaporkan terjadi korban terinfeksi bakteri tersebut.

Meskipun infeksi karena bakteri ini sangat jarang, bakteri ini dapat mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya sampai dapat mengancam jiwa, di antaranya adalah neonatal meningitis (infeksi selaput otak pada bayi), hidrosefalus (kepala besar karena cairan otak berlebihan), sepsis (infeksi berat), and necrotizing enterocolitis (kerusakan berat saluran cerna). Sedangkan pada beberapa kasus dilaporkan terjadi infeksi saluran kencing. Secara umum, tingkat kefatalan kasus (case fatality rate) atau risiko hingga mengancam jiwa berkisar 40 persen-80 persen pada bayi baru lahir yang didiagnosis mengalami infeksi berat karena penyakit ini.

Infeksi otak karena E sakazakii dapat mengakibatkan infark atau abses otak (kerusakan otak) dengan bentukan kista, gangguan persarafan yang berat, dan gejala sisa gangguan perkembangan. Gejala yang bisa terjadi pada bayi atau anak di antaranya adalah diare, kembung, muntah, demam tinggi, bayi tampak kuning, kesadaran menurun (malas minum, tidak menangis), mendadak biru, sesak, hingga kejang.

Bayi prematur, berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram), dan penderita dengan gangguan kekebalan tubuh adalah individu paling berisiko mengalami infeksi ini. Bakteri patogen ini dapat mengakibatkan bakterimeia dan osteomielitis (infeksi tulang) pada penderita dewasa. Pada penelitian terakhir didapati 12 jenis strain E sakazakii mampu bertahan hidup pada suhu 58>sup<o>res<>res< C dalam proses pemanasan rehidrasi susu formula.

Rekomendasi aman

Melihat beberapa fakta ilmiah tersebut, tampaknya berbagai pihak harus arif dan bijak dalam menyikapi kekhawatiran ini. Pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan dan BPOM harus menyikapi secara profesional dengan melakukan kajian ilmiah mendalam, baik secara biologis, epidemiologis, maupun pengalaman ilmiah berbasis bukti (evidence based medicine). Jangan terburu-buru mengemukakan rekomendasi sebelum kajian tersebut secara ilmiah menunjukkan keamanan produk itu.

Masyarakat awam juga jangan terlarut oleh psikologi massa yang sedang heboh. Cermati benar informasi yang diterima dan fakta yang benar. Sebelum ada rekomendasi resmi yang berbasis ilmiah dari pemerintah, sebaiknya menganut rekomendasi WHO dan USFDA. Beberapa negara maju lainnya telah menetapkan bahwa susu bubuk formula bayi bukanlah produk komersial yang steril.

Orangtua harus tetap waspada dan tidak perlu khawatir berlebihan ternyata temuan tersebut juga pernah dilaporkan USFDA tetapi tidak terjadi kasus luar biasa. Ini karena mungkin sebagian besar adalah kuman nonpatogen atau yang tidak berbahaya dan yang berisiko terkena adalah bayi berat badan lahir rendah, prematur, dan manusia dengan daya tahan tubuh rendah lainnya.

Rekomendasi lain yang harus diperhatikan untuk mengurangi risiko infeksi adalah cara penyajian yang baik dan benar. Masyarakat tidak perlu sibuk mencari susu mana yang tercemar. Berdasarkan rekomendasi WHO dinyatakan sehingga semua susu berisiko tercemar. Tetapi tidak perlu khawatir, hal ini dapat disikapi dengan dengan pemanasan air di atas 70°C, bukan dengan air mendidih. Sementara di bagian perawatan bayi NICU direkomendasikan pemberian susu bayi formula cair siap saji untuk penderita bayi prematur dan berat badan lahir rendah.

Rekomendasi lain di antaranya adalah menyajikan hanya dalam jumlah sedikit atau secukupnya untuk setiap kali minum guna mengurangi kuantitas dan waktu susu formula terkontaminasi dengan udara kamar. Meminimalkan hang time atau waktu antara kontak susu dan udara kamar hingga saat pemberian. Waktu yang direkomendasikan tidak lebih dari empat jam. Semakin lama, risiko pertumbuhan mikroba dalam susu formula tersebut makin meningkat.

Hal lain yang penting adalah memerhatikan dengan baik dan benar cara penyajian susu formula bagi bayi sesuai dengan instruksi pada kaleng atau petunjuk umum. Peningkatan pengetahuan orangtua, perawat bayi, dan praktisi klinis lainnya tentang prosedur persiapan dan pemberian susu formula yang benar.

Terlepas dari kontroversi itu, sebaiknya pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan dan BPOM harus bertindak cepat dan profesional sebelum terjadi kegelisahan dan korban yang memakan jiwa. Sebaiknya institusi tersebut mengeluarkan rekomendasi resmi berdasarkan kajian ilmiah yang dalam dan cermat. Jangan sampai bersikap terburu-buru dan salah dalam mengeluarkan rekomendasi. Rekomendasi yang tidak tepat akan mempertaruhkan jutaan nyawa anak Indonesia. Tidak ada salahnya masyarakat sementara ini tetap mengacu pada rekomendasi institusi kesehatan internasional bahwa susu susu bubuk formula bayi memang bukanlah produk komersial yang steril.

DR WIDODO JUDARWANTO SpA Picky Eaters Clinic/ Klinik Alergi Anak, Rumah Sakit Bunda Jakarta

Minuman Melilea Susu Kedelai Bubuk Organik kwalitas terbaik yang terbuat dari kacang kedelai organik Non-GMO (tanpa GMO). Butir kacang kedelai organic yang ditanam secara ekslusif di Heilong Jian Cina telah terkenal diseluruh dunia dengan kualitas terbaik karena berasal dari lingkungan bebas dari polusi udaran dan air, jenis tanah hitam yang subur, selain itu iklim yang sesuai juga merupakan salah satu penyumbang terhadap kualitas kacang kedelai yang diproduksi di kawasan ini. (more…)

Apakah Faktor Utama Penyebab Penyakit ?

Sebagian besar penyakit disebabkan oleh toksin yang terkandung dalam tubuh manusia

Bagaimanakah toksin mulai menumpuk di dalam tubuh manusia ?

1. Makanan sehari-hari yang mengandung bahan-bahan pewangi, bahan pengawet, racun binatang perusak (pestisida), antibiotik dan pupuk kimia.

2. Kurang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan

3. Penggunaan obat-obatan yang berbahaya

4. Cara memasak yang tidak benar

5. Ramuan yang berbahaya

6. Kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik seperti merokok, meminum minuman keras dan minum kopi yang berlebihan.

Seandainya toksin berada di dalam sistem pendarahan tubuh

manusia,bagaimanakan toksin tersebut dapat membahayakan tubuh manusia?

Kandungan toksin di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama dapat memusnahkan tiga sistem pembersihan toksin utama:

1. Sistem penyaringan hati dan ginjal

2. Sistem pencernaan

3. Sistem endokrin-kelenjar pituitari, kelenjar adrenal, kelenjar gondok,

Sistem dalam tubuh manusia biasanya bekerja keras untuk melawan dan membersihkan toksin dalam tubuh. Hasilnya, secara otomatis sistem penyaringan tersebut memperlihatkan beberapa tanda penyakit.

“TOKSIN pada tubuh” merupakan penyebab timbulnya penyakit pada manusia. Jenis Jenis penyakit yang dialami ditentukan oleh kerusakan yang disebabkan oleh TOKSIN tersebut. ( Henry B Bieler )

Menurut Konsep Teori Penyembuhan / Pengobatan Alami,

“FAKTOR UTAMA RASA SAKIT PADA BADAN ADALAH TOKSIN”

Alam menciptakan manusia sebagai suatu mesin yang sempurna, Walau bagaimanapun, hal tersebut telah dipengaruhi dan dimusnahkan oleh sifat naif,penyalahgunaan dan sifat rakus. Pada mulanya manusia hidup dalam lingkungan hidup yang alami tanpa pencemaran tanah, air, dan udara. Namun kemajuan teknologi dan penggunaan produk-produk kimia yang meluas (misalnya racun binatang binatang perusak, racun serangga, bahan pengawet, pewarna, bahan tambahan dan lain lain) telah mengakibatkan pencemaran lingkungan, udara dan air. Hal tersebut menyebabkan setiap bagian tubuh  kita menderita berbagai penyakit, seperti kanker, tumor dan sebagainya.

Dari kebiasaan cara makan, tubuh manusia akan mengaktifkan suatu proses yang diketahui sebagai metabolisme untuk menyediakan darah baru dan sel-sel baru. Apaba kita menelan makanan melalui kerongkongan, makanan tersebut akan dicerna oleh perut dan usus kecil. Bagian yang mengandung zat-zat yang bermanfaat akan tetap berada dalam tubuh, sementara sisa-sisanya akan dibuang.

Sebagian sisa-sisa makanan tidak dapat melalui dinding-dinding perut dan usus sehingga hal tersebut menjadikan keadaan sama dengan dengan endapan kotoran di bagian dalam pipa air. Sisa-sia makanan tersebut akan tetap berada dalam tubuh kita, dan ditambah lagi dengan adanya lipatan yang berlainan ukuran pada dinding usus. Sisa-sisa makanan tersebut akan menjadi kotoran yang tersumbat di dalam usus.

Jika kotoran dibiarkan di situ terlalu lama, maka akan terjadi proses fermentasi yang berlebihan, sehingga bakteri kompleks akan menjadi berlipat ganda di dalam usus dan akan mengeluarkan unsur-unsur bertoksin.

Bakteri kompleks akan bekerja lagi lebih giat tanpa kita sadari. Akbiatnya tubuh kita akan menderita berbagai penyakit dan rasa tidak nyaman yang tidak diketahui penyebabnya. Pencemaran udara dan air juga menyebabkan berbagai masalah. Asap cerobong dari pabrik, asap kanlpot dari kendaraan bermotor, gas masak serta air pipa berklorin akan menambah kandungan toksin di dalam tubuh kita. Demikian juga kebiasaan merokok dan minum-minuman keras.

Toksin pada tubuh merupakan penyebab timbulnya penyakit pada manusia. Jenisjenis penyakit yang dialami ditentukan oleh kerusakan yang disbabkan oleh toksin tersebut.

(Henry B. Bieler)

Sumber Segala Penyakit

Pencemaran Pertanian

Walaupun revolusi pertanian telah membawa hasil yang lebih baik, namun sisa sisa bahan kimia pada sayur sayuran dan buah buahan telah berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia. Rata rata setiap orang memakan 0,1 kg sayur dan buah yang mengandung racun binatang perusak setiap hari.

Pencemaran Peternakan Hewan

Setelah produk makanan laut dan daging berbadan hukum (dokorporasikan), cukup banyak antibiotiktelah digunakan untuk mencegah penyakit, sementara berbagai hormon juga digunakan untuk mempercepat pertumbuhan. Antibiotik yang tertinggal di dalam daging akan berpengaruh buruk terhadap fungsi kekebalan tubuh kita dengan serius dan membinasakan tisu-tisu sel. Sementara itu, hormon hormon juga mengganggu pekerjaan normal kelenjar endokrin.

Pencemaran Makanan Yang Diawetkan dan Pewarna

Makanan makanan yang diproses seluruhnya menggunakan bahan pewarna, bahan pengawet, pemanis tiruan, ragi tiruan dan berbagai pewangi atau aroma tiruan.

Pencemaran Sumber Air

Untuk mencegah penyakit agar tidak menular, air pipa  telah ditambah dengan klorin yang berlebihan dengan tujuan untuk memusnahkan penularan. Klorin mengandung unsur unsu karsinogenik.

GAYA HIDUP ORGANIK TANPA PENCEMARAN

HARAPAN HIDUP BARU MANUSIA ABAD KE 21

Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mendambakan kesehatan, kebaikan dan kecantikan. Namun yang paling diutamakan dalam mencapai keinginan2nya adalah kesehatan tubuh. Pencegahan penyakit adalah langkah paling efektif dari semua teknologi tinggi dibidang pengobatan karena ada pepatah ‘ cegah sebelum terjadi ‘ patut menjadi pedoman hidup. Kita perlu memahami sebab-sebab setiap jenis penyakit lebih dulu. Misal : kanker berawal dari gaya hidup yang tidak sesuai dan lingkungan yang tidak sehat. Oleh sebab itu kita harus hati-hati memilih makanan dan obatobatan. Tekanan darah tinggi, lemah jantung, dll kebanyakan berawal dari masalah peredaran darah jadi kita harus hati-hati memilih makanan dan rajin berolah raga untuk meningkatkan dan melancarkan peredaran darah serta metabolisme tubuh. Semua ini terlihat rumit namun sebenarnya mudah dilaksanakan.

Masyarakat modern pada umumnya tidak memperoleh vitamin, serat, mineral yang mencukupi karena kurangnya konsumsi buah dan sayur, tapi lebih suka daging, susu, telur, makanan ringan dan manis secara berlebihan. Menurut penyelidikan ahli kesehatan Amerika Serikat tahun 2000, kira-kira 30% penyakit kronik berawal dari cara makan yang tidak sehat. Penambahan bahan pengawet dan pewarna, cara masak dengan suhu panas, menggoreng merupakan penyebab hilangnya kandungan yang bermanfaat dalam makanan.

Faktor lainnya adalah terlalu sibuk dan capek dengan jadual kerja, kurang tidur, kurang istirahat menjadikan badan kita lemah. Badan yang lemah mengganggu fungsi badan yang normal, menurunkan keaktifan enzim, melemahkan daya tahan sekaligus memperlambat kadar metabolisme. Keadaan ini mengaktifkan pembiakan bakteri dan sel kanker. Dan inilah yang membuat masyarakat diserang berbagai penyakit modern.

Pusat Organik yang berpusat di Colorado, AS sering bekerjasama dengan universitas dari AS dan Eropa untuk menjalankan kajian dan penelitian atas tanaman organik, mendapatkan kandungan khasiat yang ada dalam makanan organic 25 % lebih tinggi dari tanaman biasa. Kajian tersebut juga membuktikan makanan atau sayuran dan buah organic meningkatkan fungsi antioksida dalam tubuh 30%.

Tanaman organic di tanam di tanah yang bebas besi dan bahan kimia, di siram dengan air yang tidak tercemar dan cukup dapat sinar matahari. Tanaman tersebut dapat menyerap dengan sepenuhnya mineral dan unsur yang bermanfaat yang terkandung dalam tanah. Oleh karena itu biasanya sayuran dan buah organic kaya akan vitamin, mineral, serat, khlorofil dan unsur-unsur bermanfaat lainnya. Selain bermanfaat juga makanan organic lebih tahan lama dan lebih sedap di makan.

Gaya hidup organic telah menjadi aliran popular di seluruh dunia. Produk-produk organic juga mulai disukai banyak orang. Makanan organic bisa di peroleh di mana-mana, maka tubuh yang sehat dan hidup sejahtera bukan lagi impian.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.